MENGENAL HUBUNGAN ANTARA FASILITAS LOGISTIK,
  GEOSPASIAL DAN BIG DATA


    Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dalam beberapa tahun terakhir sangat atraktif, bahkan di masa krisis pandemic saat ini teknologi mampu menjadi salah satu alternatif solusi sebagai pemecah masalah khususnya pada bidang pendidikan, jual-beli produk dan jasa, serta hal-hal lain yang menyebabkan jarak dan waktu tidak lagi menjadi batasan. Mari beralih dari krisis pandemic, tentunya perusahaan khususnya manufaktur sangat bergantung pada supply chain management (manajemen rantai pasok) yang mereka miliki. Perusahaan harus mampu menempatkan siklus rantai pasok mereka tepat sasaran artinya efektif dan efisien dalam hal biaya dan waktu untuk menempatkan fasilitas logistik yang mereka miliki.

Sumber: Designing & managing the Supply Chain Book

        Data di atas menunjukkan bahwa dari survei 40 perusahaan konsultan dietemukan bahwa revenue yang paling besar yang mereka terima adalah dari supply chain management (manajemen rantai pasok) sebesar 31% dari. Berdasarkan data tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa rantai pasok dipandang sebagai hal penting untuk perusahaan karena memiliki unsur biaya di dalamnya sehingga sebagai sebuah korporasi harus perlu mengelola dengan baik sistem rantai pasok untuk memacu pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Apa itu Logistik

        Di dalam rantai pasok hal yang paling utama untuk dipahami adalah mengenai logistik. Logistik sendiri merupakan seni dan ilmu untuk mendapatkan, memproduksi, dan mendistribusikan bahan dan produk di tempat yang tepat dan dalam jumlah yang tepat. Ini mengartikan bahwa logistik merupakan sebuah pengambilan keputusan. Menurut (Ballou,2004) dalam bukunya mengatakan pengambilan keputusan dalam logistik perlu memperhatikan yang berkaitan dengan lokasi, ukuran dan jumlahnya. Jaringan fasilitas logistik mempengaruhi fleksibilitas logisitik dalam menyikapi perubahan kebutuhan pelanggan. Jumlah, ukuran dan lokasi fasilitas merupakan hal penting pada tingkatan pengambilan keputusan sebab keberadaannya membawa dampak pada nilai optimal pengangkutan barang (inbound dan outbound), penjualan, dan marketing menyikapi perkembangan kebutuhan pelanggan. Beberapa bentuk masalah yang dijumpain pada penentuan lokasi fasilitas:

      • Kedekatan dengan pelanggan: membuat pengiriman cepat lebih mudah
      • Total biaya: tujuannya adalah meminimalkan biaya keseluruhan
      • Infrastruktur: transportasi jalan, rel, udara, dan laut yang memadai serta energi dan telekomunikasi
      • Pemasok: kedekatan dengan pemasok penting mendukung produksi ramping·         
      • Fasilitas lain: lokasi fasilitas lain dapat mempengaruhi keputusan lokasi
      • Risiko politik: risiko di negara lokasi dan negara tuan rumah memengaruhi keputusan.
        Fasilitas logistik bukan permasalahan pada tingkat taktis dan operasional, namun strategis, karena itu perlu diterapkan metode kajian strategis dalam penelitian fasilitas logistik. Dengan kata lain, penentuan zonasi fasilitas logistik itu penting dalam kajian strategis rantai pasok/SCM.

Apa itu Geospasial

         Sebelum mengarah ke zonasi fasilitas logistik, hal yang perlu dipahami selanjutnya adalah mengenai apa itu Ilmu Geospasial. Geospasial diartikan secara umum sebagai ilmu yang mempelajari lokasi geografis semua objek alam atau buatan manusia yang ada di dalam dan permukaan bumi kemudian diolah menjadi informasi. Sementara untuk informasi geospasial diartikan sebagai data geospasial yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian. Salah satu dari tujuan UU No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pemerataan dan keberlanjutan.  Pemerataan selain berdimensi sosio-demografis juga geografis-finansial dan keberlanjutan selain memperhatikan aspek ketersediaan sumber daya alam juga dampak lingkungan. Manfaat langsung yang dirasakan dari ketersediaan informasi geospasial secara ekonomi adalah sebagai berikut: 
      • Penghematan (cost saving) atau peningkatan penjualan (more selling)
      • Dengan peta yang jitu, pencarian alamat dalam aktivitas pariwisata (hotel, restoran, museum, dsb) menjadi lebih cepat.
      • Dengan rute yang optimal, kegiatan logistik pengantaran barang menjadi lebih hemat.
      • Dengan peta target pasar yang lebih baik, maka pemilihan lokasi penjualan bisa mendatangkan pelanggan dalam waktu singkat sehingga keuntungan bisa cepat meningkat.
          Penerapan analisis geospasial dapat ditunjukkan pada problem atau permasalahan yang akan dijelaskan di bawah ini sehingga nantinya melalui Informasi Geospasial mampu dipecahkan:
  1. Pada bencana alam banjir tahunan di Jakarta, letak permasalahannya adalah kurang baiknya tata ruang perencanaan kota. Kemudian dilakakukan analisis spasial terkait titik banjir yang ada, aliran irigasi dan tinggi rendahnya kontur tanah. Informasi dikumpulkan sehingga menjadi sebuah data yang dapat diimplementasikan untuk perbaikan tata rencana wilayah Kota Jakarta sendiri maupun sebagai sumber referensi untuk pembangunan ibukota baru di Pulau Kalimantan nantinya untuk mencegah bencana banjir tahunan.
  2. Kondisi Kemacetan Jakarta. Pada kondisi kemacetan Jakarta, problem yang ditimbulkan yaitu kerugian yang berhubungan delay time yang mengakibatkan terhambatnya arus barang dan orang ini berkaitan dengan waktu. Melalui analisis spasial dapat diketahui titik kemacetan sehingga arus barang yang akan didistribusikan dapat melalui rute lain untuk sampai ke tujuan dengan lebih optimal.
  3. Kesesuaian Lahan Pertanian. Melalui analisis spasial hal yang paling dominan adalah mampu merancang sebuah peta penyebaran. Dalam hal lahan pertanian perlu diketahui tingkat efisiensi tanah dalam merespon pertumbuhan tanaman apakah lahan yang dibutuhkan berada di dataran tinggi atau rendah atau mungkin luas yang dibutuhkan berapa. Tentunya peta peneyebaran ini didapat berdasarkan uji coba-uji coba dan survei yang dilakukan sebelumnya sehingga untuk penentuan lahan pertanian berikutnya dapat dikerjakan dengan lebih efisien dan mengurangi biaya.  Berikut merupakan contoh Peta Kesesuaian Lahan Pertanian Jeruk.

Sumber: Jurnal Peluang dan Tantangan Ekonomi Geospasial di Indonesia


Apa itu Big Data

    Setelah memahami secara ringkas mengenai pengertian logistik dan ilmu geospasial, hal yang menarik perhatian adalah Big Data sebagai salah satu bukti perkembangan ilmu pengetahuan teknologi. Big Data pertama kali diperkenalkan sebagai sebuah konsep yaitu oleh META Group analist bernama Dougney Laney pada penelitiannya tahun 2001 kemudian seiring berjalannya waktu konsep Big Data semakin mencuri perhatian ilmuwan lainnya. Big Data mencakup semua himpunan data dengan tingkat ukuran dan kompleksitas yang cukup besar sehingga apabila menggunakan aplikasi pemrosesan data tradisional akan sulit menangkap bahkan tidak mampu dikelola secara tepat waktu (Prof. Senidjer.C, 2012). Big Data Analytics (BDA) adalah usaha pemanfaatan data berupa visualisasi, prediksi, simulasi, pemodelan untuk mencapai tujuan tertentu. Berikut ini merupakan tujuh Kemampuan Big Data (arunachalam, dkk 2018):

          1. Kemampuan mencari, mengidentifikasi, membuat, dan mengakses data dari sumber data yang heterogen
          2. Kemampuan Integrasi dan Manajemen Data 
          3. Kemampuan analitik canggih
          4. Kemampuan visualisasi data, menampilkan grafis lokasi seperti lokasi konsumsi, kepadatan transaksi.
          5. Budaya pengambilan keputusan berbasis data
          6. Kemampuan komputasi cloud, Infrastruktur cloud computing dapat mendukung integrasi data dari berbagai sumber inter dan antar organisasi dan menyediakan penyimpanan yang dapat diskalakan.
          7. Kapasitas penyerapan (Absorptive Capacity – ACAP), yaitu kemampuan untuk mengenali nilai baru, informasi eksternal, berasimilasi, dan menerapkannya pada tujuan komersial perusahaan.


Mengenal Hubungan Ilmu Geospasial dan Big Data

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya ilmu geospasial menghadirkan informasi geospasial mengenai keadaan baik konstruksi tanah, kepadatan dan seluruh keadaan geografis permukaan bumi lainnya. Informasi tersebut di analisis menggunakan pendekatan Analisis Spasial yaitu sekumpulan teknik yang dapat digunakan dalam meneliti dan mengeksplorasi data dari perspektif keruangan. Semua teknik atau pendekatan perhitungan matematis yang terkait dengan data keruangan (spasial) dilakukan dengan fungsi analisis spasial tersebut. Hasil Analisis akan menjadi sebuah inventaris data. Data tersebut akan memiliki karakteristik heterogen dan terdiri dari sub-sub data yang akan ditampung di dalam SIG (Sistem informasi Geospasial). SIG disini menerapkan konsep Big Data yang memiliki integrasi dan manajemen data yang canggih yang mampu mengumpulkan data-data geografis kompleks. Berikut merupakan jenis-jenis informasi yang dapat ditampung oleh Sistem Informasi Geografis (SIG):

        • Informasi kepemilikan (lahan, bangunan, prasarana, sarana, dll.)
        • Informasi geografis (aliran sungai, kemiringan lahan, dll.)
        • Informasi tutupan lahan eksisting
        • Infromasi prasarana sarana umum di sekitar areal kajian
        • Informasi rencana tata ruang wilayah yang sudah memiliki ketetapan hukum.
    Atribut-atribut dimaksud merupakan informasi yang dapat diperoleh dengan menggunakan datamining, yang memerlukan penyaringan, dan penstrukturan yang dilakukan melalui analisis spasial.

Bagaimana Hubungan ketiganya (Logistik, Geospasial dan Big Data)

    Informasi yang ditampung di dalam database SIG dapat menjadi sebuah langkah dalam pengambilan keputusan penentuan zonasi fasilitas logistik bagi sebuah perusahaan dalam rangka mencapai supply chain management (manajemen rantai pasok) yang efektif dan efisien. Berikut merupakan manfaat dari zonasi fasilitas logistik:

  • Diketahui dengan pasti batas koordinat geografis area atau wilayah yang menjadi tema, dan aset yang ada di dalamnya, yang dapat menjadi acuan pihak berkepentingan di dalam perusahaan  
  • Diketahui dengan pasti batas geografis lahan yang dikuasai perusahaan, serta posisi geografis pada areal yang memiliki hubungan fungsional (lokasi bahan baku, lokasi tenaga kerja, lokasi penimbunan limbah, lokasi konsumen, dan lokasi fasilitas logistik lainnya).
  • Diketahui centroid zone yang dapat digunakan sebagai titik mewakili zona dalam perhitungan dan pemodelan jaringan fasilitas, dan transportasi logistik.
  • Dapat disusun sistem informasi geografis yang lengkap dengan sarana prasarana di dalam zona,sebagai bentuk perencanaan fisik atau bentuk monitoring kejadian secara spatio-temporal.



Sumber referensi:

-   Globe Volume 15 No. 2 Desember 2013: 191 - 196 (Amhar, F Karsidi dan Wijoyo, S “Peluangdan Tantangan Ekonomi Geospasial”).

-     Designing & Managing the Supply Chain Book ( McGraw-Hill/Irwin 2011)



Komentar

  1. informasi yang diberikan sangat menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
  2. informasinya menarik,namun perlu untuk menjelaskan hubungan logistik,geospasial dan big data secara lebih mendalam.Terima kasih

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas informasi yang diberikan. Jika boleh sedikit memberikan saran, mohon agar lebih diperhatikan tata penulisannya. Dan untuk ditambahkan kesimpulannya. Terima kasih.. Semangat

    BalasHapus
  4. Terima kasih kawan atas informasinya yg dpt menambah wawasan. Semangat manchunian.

    BalasHapus
  5. Informasinya sangat luas dan menarik, saya terbantu untuk memahami logistik, geospasial, dan big data.
    Saya tunggu karya tulis selanjutnya....Semangat berkarya

    BalasHapus
  6. Terimakasih untuk informasinyaa.
    Informasi yang disampaikan sangat jelas dan dapat menambah wawasan saya.

    BalasHapus
  7. Terimakasih informasinya. Semangatt!

    BalasHapus
  8. Tulisan anda menarik yaa. Sangat bermanfaat untuk penelitian saya. Terimakasihh

    BalasHapus
  9. Terimakasih atas informasinya ,sangat bermanfaat sekali . Sukses terus

    BalasHapus
  10. Informasi yang sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya , Trimakasihh

    BalasHapus
  11. Sangat baik, wawasan saya bertambah👍

    BalasHapus
  12. Sangat informastif apalagi informasi mengenai keterikatan antara fasilitas logistik, geospasial dan big data masih sangat minim. Keren dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  13. Sangat informatif, menambah wawasan saya👍

    BalasHapus
  14. Artikelnya menarik, terimaksih telah berbagi informasi:)

    BalasHapus
  15. Informasi nya bermanfaat trima kasih penulis atas informasi nya jadi nambah ilmu untuk saya sendiri

    BalasHapus
  16. Informasinya sangat berguna, semoga kedepannya seperti ini terus

    BalasHapus
  17. Artikel yang menarik serta memberikan informasi yang sangat baik bagi kepentingan saya

    BalasHapus

Posting Komentar